Dewan Pers Diminta Tertibkan Media tidak Terdaftar

WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha mendorong Dewan Pers membuat sebuah terobosan untuk dapat menertibkan sejumlah media yang tidak terverifikasi. Dengan kemajuan teknologi yang berkembang di media sosial, menurut Satya, membuat banyak media tidak jelas bermunculan dan diduga lebih senang melempar ujaran kebencian daripada berita positif.

Satya berharap Dewan Pers dapat belajar dari Dewan Pers negara-negara lain yang juga bersifat demokratis. Pun Dewan Pers memperbarui aturan dan menyiapkan tools untuk melakukan pengawasan kepada media yang tidak terdaftar.

“Di samping aturannya diperbarui, atau kalau belum ada ya harus diatur. Tetapi apa artinya kalau kita atur namun tools melakukan pengawasan tidak cukup atau tidak mampu,” kata Satya melalui keterangan tertulis, Kamis (17/1).

Satya menambahkan Dewan Pers di negara demokratis biasanya lebih hidup, sehingga kita bisa memetik pelajaran dan menjadikan sebagai acuan dari sisi perkembangan teknologi yang pesat.

Satya mendesak hal ini segera disikapi, karena berkaitan langsung dalam pembahasan anggaran untuk Dewan Pers. Saat ini, ia menilai anggaran yang dimiliki Dewan Pers sangat kecil. Maka apabila Dewan Pers telah memiliki rencana matang untuk meningkatkan program, Komisi I DPR RI akan siap membantu dalam segi penganggaran.

“Saya melihat anggaran dewan pers itu relatif kecil gitu. Nah kalau kita melihat perkembangan yang sedemikian pesat, lantas kita terhambat karena asumsi ‘Ya kita tidak punya apa-apa Pak, kita paling kayak begini aja. Dari sistem pengawasan kita juga terbatas’. Nah itu kan menjadi lucu gitu. Maka saya harap dari Dewan Pers juga dapat memberikan masukan secara jelas,” ungkapnya.(OL-5)

http://mediaindonesia.com/read/detail/211132-dewan-pers-diminta-tertibkan-media-tidak-terdaftar