DPR Khawatir Kebocoran Data Facebook Dipakai Kampanye Politik

Terungkapnya kebocoran data 1 juta pengguna Facebook di Indonesia membuat pemerintah, yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan juga DPR menyelidiki masalah ini. Pihak Kemkominfo telah menemui perwakilan Facebook beberapa waktu lalu dan telah mengajukan beberapa permintaan terhadap platform media sosial tersebut.

 Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha, mengkhawatirkan data dari 1 juta pengguna Facebook di Indonesia itu bisa disalahgunakan untuk tujuan tertentu yang dapat merugikan pemiliknya.

Apalagi kalau melihat Cambridge Analytica, sang pengumpul data tanpa izin, yang mengeksploitasi data-data tersebut untuk kampanye politik.

“Saya justru yang paling penting nanti akan ditanyakan adalah setelah bocor apa yang nanti akan dilakukan? Terus setelah itu data kita yang bocor itu sudah dimanipulasi oleh lembaga seperti Cambridge Analytica atau tidak, kita minta hindari dia,” kata Satya, ditemui di gedung DPR RI, Rabu (11/4).

Satya khawatir data pengguna Facebook yang bocor itu dimanfaatkan oleh kelompok tertentu seperti lembaga riset atau survei untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) seperti yang terjadi di AS.

“Misalnya mereka bilang, ‘oh data ini aman,’ dari mana jaminan keamanannnya? Bisa saja data Cambridge Analytica itu diberikan kepada lembaga survei yang ada di Jakarta atau kepada siapa saja yang menggunakannya,” ujar anggota dewan dari fraksi partai Golkar tersebut.

Permintaan itu di antaranya meminta Facebook menghapus aplikasi pihak ketiga, termasuk kuis-kuis, dan juga meminta Facebook untuk memberikan hasil auditnya karena pemerintah ingin tahu siapa saja pengguna terdampak dari kebocoran ini serta digunakan untuk apa data tersebut.

 Komisi I DPR sendiri telah memanggil perwakilan Facebook yang semula dijadwalkan Rabu (11/4), namun pihak Facebook menunda pertemuan tersebut dengan alasan menunggu selesainya kesaksian sang CEO dan pendiri Mark Zuckerberg dalam sebuah kongres di AS.

Pertemuan ini ditunda hingga pekan depan. “Ditunda dan dijadwalkan minggu depan dengan mendatangkan perwakilan Facebook Asia Pasifik. Permintaan mereka (terkait penundaan), namun akan mendatangkan bosnya yang di Asia Pasifik,” terang Satya.