Empat Pilar Kebangsaan Jadi ‘Filter’ Ampuh Ancaman NKRI

Bojonegoro,– Membumikan penerapan Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu meliputi Pancasila sebagai Dasar Negara, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhinneka Tunggal Ika diharapkan menjadi penangkal dari ancaman gerakan radikalisme yang belakangan ini terus menteror di tengah-tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Anggota MPR RI Satya Widya Yudha saat bertatap muka dengan masyarakat dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX pada pekan lalu (26/7) di Kabupaten Bojonegoro.

Menurut SWY, panggilan akrab Satya Widya Yudha, Empat Pilar Kebangsaan ini bisa difungsikan sebagai filter. Termasuk filter masuknya paham yang bisa merusak keutuhan NKRI.

“Pancasila itu sebagai dasar dan ideologi negara. UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Bhinneka Tunggal Ika adalah wujud dari keragaman bangsa Indonesia, dan NKRI adalah rumah kita semua, maka 4 pilar ini harus tetap terjaga dan digelorakan dalam jiwa kita,” paparnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut menambahkan, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17 ribu lebih pulaunya. Indonesia juga terdiri dari beragam suku bangsa, beraneka adat dan budaya serta memeluk berbagai agama dan keyakinan. Sehingga sistem yang dijadikan pilar harus sesuai dengan kondisi negara dan bangsa itu sendiri.

“Pancasila sangat memenuhi syarat sebagai pilar bagi bangsa Indonesia yang pluralistik dan cukup luas sekaligus besar ini. Pancasila mampu mengakomodasi keanekaragaman yang terdapat dalam kehidupan bangsa Indonesia,” terang Satya.

Ditambahkan, empat pilar kebangsaan yang telah dilaksanakan MPR RI sama sekali tidak mereduksi kedudukan Pancasila sebagai dasar negara. Namun sebagai metode untuk memasyarakatkan empat hal mendasar kepada seluruh elemen masyarakat. (jav)