Ibu Rumah Tangga Bisa Jadi Benteng Pancasila

BlokTuban (3/10). Melalui program kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilakukan menyebar ke seluruh pelosok tanah air oleh Anggota MPR RI, diharapkan mampu menjadi gerakan penangkal ancaman ideologis baik dari dalam maupun dari luar bagi masyarakat bangsa Indonesia. Pasalnya, saat ini sudah mulai marak kemunculan bibit-bibit gerakan dan ideologi yang bertentangan dengan Dasar Negara Pancasila.

Salah Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX yaitu Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro, Satya Widya Yudha, mengatakan bahwa akhir-akhir ini di sejumlah daerah terjadi kerawanan sosial yang diakibatkan gesekan munculnya paham-paham atau ideologi di masyarakat.

“Kita harus benar-benar waspadai, bahwa ancaman bangsa Indonesia bisa dari dari dalam maupun dari luar. Sekarang di beberapa daerah bisa kita saksikan bahwa ada kerawanan sosial yang terjadi yang diakibatkan gesekan perbedaan paham di tengah-tengah masyarakat. Kalau hal ini tidak kita antisipasi sejak dini, maka akan membahayakan bangsa Indonesia,” demikian papar Satya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Balai Desa Sugihan, Jatirogo, Tuban. Hadir dalam acara tersebut kebanyakan dari ibu-ibu PKK Desa Sugihan dan juga ibu rumah tangga kader Posyandu serta sejumlah anggota masyarakat.

Ancaman kebangsaan itu tidak pernah selesai. Setiap saat selalu ada yang mencoba untuk merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena mungkin mereka tidak suka melihat Indonesia bersatu, utuh, sebagai negara yang memang kaya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

Jadi, menurut Satya, kalau bukan kita yang menjaga diri kita sendiri, lalu siapa lagi yang akan menjaga diri kita. Salah satu caranya, dengan memberikan pemahaman Pancasila atau Empat Pilar MPR ini.

“Pancasila atau Empat  Pilar ini penting ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama untuk kalangan generasi muda, agar dijadikan perilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Salah satu dari sekian banyak ancaman adalah adanya upaya memecah belah bangsa Indonesia. “Kita tidak menuduh, tapi kenyataan itu memang ada,” kata Satya. Karena orang melihat Indonesia yang terdiri dari ribuan suku bersatu dalam sebuah wadah NKRI, sehingga ada yang mencoba untuk memecah belah kita.

“Saya titip pesan penting bagi ibu-ibu, tolong jaga anak-anak kita, keluarga kita dari ancaman yang bisa membahayakan keutuhan NKRI. Peran ibu-ibu sangat penting untuk tetap menjaga Pancasila bagi generasi muda ke depan,” pungkasnya. (mit/tsa)