Komisi VII DPR: Munculnya Pertalite Jangan Ganggu Premium

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah meluncurkan BBM jenis baru bernama pertalite, yang memiliki oktan 90, lebih tinggi dari Premium dan lebih rendah dari Pertamax. Sejauh ini Pertalite baru dipasarkan di 101 SPBU di sejumlah kota seperti di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Wakil Ketua Komisi VII Satya Widya Yudha berharap munculnya BBM jenis baru seperti pertalite tidak menghilangkan premium dari pasaran.

“Jangan dibarengi dengan hilangnya sebagian dari premium, jadikanlah pertalite sebagai pilihan yang baik untuk pemakai kendaraan yang biasa memakai pertamax,” ujar Satya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (29/7/2015).

Satya mengatakan harus ada sosialisasi yang baik kepada masyarakat seputar produk pertalite.

“Supaya masyarakat mengetahui dan ikut mendorong konversi BBM ke BBG yang tidak ada kandungan impornya. Asalkan BBG-nya jenis CNG dan bukan LGV,” tutur dia.

“Karena penggantian premium perlu sosialisasi agar masyarakat tidak merasa ditipu, karena harga pertalite lebih tinggi dari premium,” pungkas Satya.

PT Pertamina (Persero) resmi melakukan uji pasar produk baru Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan nama Pertalite pada Jumat 24 Juli 2015. Uji pasar akan dilakukan selama 2 bulan. Pertamina melakukan uji pasar produk Pertalite di 101 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

PT Pertamina (Persero) mengincar konsumen premium untuk beralih menggunakan produk Pertalite. (Mvi/Bob)

http://warta-dpr.liputan6.com/read/2282252/komisi-vii-dpr-munculnya-pertalite-jangan-ganggu-premium