Kunjungi Australia, Delegasi DPR RI Perdalam Pemanfaatan Energi Terbarukan

Tim kunjungan kerja Muhibah DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto berkunjung ke Parlemen Adelaide dan beberapa tempat yang memiliki energi bayu maupun industri kendaraan listrik di Australia. Agus sebagai Ketua Delegasi mengatakan hal ini untuk mendalami pengembangan energi di negara tersebut.

Agus mengungkapkan, secara khusus pihaknya ingin memperdalam masalah energi terbarukan untuk semakin dikembangkan di Indonesia. Australia dipilih karena dianggap memiliki kesamaan dengan Indonesia pada sisi sumber daya.

“Di sana (Australia) ada wind farm, bahkan proyek batrai lithium ion terbesar di dunia. Itu juga akan kita terapkan di Indonesia dan Indonesia harus mampu menguatkan sektor renewable energy,” kata Agus di Adelaide, Australia, Kamis (13/12).

Agus menambahkan, Adelaide memiliki banyak wind farm yang memanfaatkan teknologi bayu atau angin untuk sumber energi.  Teknologi di sana menurutnya tidak begitu rumit untuk diaplikasikan di tanah air. Termasuk untuk mengantisipasi apabila wind farm tidak menghasilkan listrik.

Apalagi Indonesia sendiri sudah memiliki Pusat Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap dan Jeneponto Sulawesi Selatan. Setidaknya, kata Agus, listrik tersebut mampu memenuhi kebutuhan kabupaten di sekitarnya.

Politisi Partai Demokrat itu memahami bahwa pengembangan energi terbarukan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, energi tersebut bisa terus digunakan hingga selamanya. Untuk itulah, DPR RI melakukan pendalaman ke beberapa negara salah satunya adalah Australia.

“Yang Jelas kita pasti mau memperkuat renewable energy untuk ketahanan energi kita,” kata Agus.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Satya Widya Yudha menilai Indonesia juga bisa mengikuti pemanfaatan energi yang dilakukan di wind farm.

Indonesia pun ingin mempelajari lebih banyak hal terkait pengembangan energi yang dilakukan Australia. Salah satunya dengan kunjungan ke pabrik baterai lithium terbesar, Kamis Siang.

Pabrik tersebut mendapat dukungan dari Tesla karena selain bisa digunakan untuk listrik, juga bisa dimanfaatkan pula untuk mobil listrik.

“Ini merupakan hal yang kita pelajari. Karena Indonesia juga ingin mengembangkan pabrik Lithium di kemudian hari,” ujar Satya.

Adapun dalam kunjungan tersebut, turut hadir Anggota delegasi Zulfikar Achmad (Fraksi Partai Demokrat), M. Hekal Bawazier (Fraksi Partai Gerindra, Mukhlisin (Fraksi PPP), dan Teguh Juwarno (Fraksi PAN).(RO/OL-8)

also see: