Yuk! Menjunjung Tinggi Pancasila Sehari-Hari

 

 

Tuban, (Senin, 11/6) – Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia harus tetap dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, menumbuhkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila harus dikembangkan secara berkesinambungan demi terwujudnya tatanan berbangsa dan bernegara yang penuh cinta damai serta saling menghormati dengan tidak membeda-bedakan latar belakang suku, agama maupun ras.

Demikian kesimpulan yang disampaikan Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Satya Widya Yudha dalam kesempatan bertatap muka dengan warga Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam kegiatan rutin Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Sabtu (9/6).

Menurut penuturan Satya, nilai-nilai luhur dalam Pancasila pada hakikatnya adalah arah yang menjunjung nilai moral sangat tinggi bagi warga bangsa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat yang majemuk.

“Di tengah masyarakat kita yang majemuk saat ini, nilai-nilai luhur Pancasila harus tetap kita junjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus mengembang budaya moral yang tinggi seperti saling toleransi, saling tenggang rasa, saling menghormati dan menghargai sesama dengan latar belakang yang berbeda-beda. Bhinneka Tunggal Ika, itulah yang harus ada dalam sikap dan pikiran kita dalam berbangsa dan bernegara,” papar SWY, sapaan akrab Satya Widya Yudha.

Disebutkan pula oleh Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur IX (Kabupaten Bojonegor dan Kabupaten Tuban) ini, bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung selama ini harus tepat sasaran guna untuk menangkal paham radikal, seperti terorisme yang akhir-akhir ini menjadi ancaman serius bangsa Indonesia.

Banyak kasus radikalisme, justru melibatkan anak-anak muda. Namun, karena pemahaman kebangsaan yang minim, sehingga sangat mudah terjerumus terhadap paham-paham yang menyesatkan.

“Paham radikalisme sangat mengancam generasi muda kita, jika tidak kita tangkal dengan penyebaran pemahaman wawasan kebangsaan berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila. Terorisme itu, tidak benar dan tidak sesuai Pancasila. Dalam sosialisasi Empat Pilar MPR, juga terkandung nilai Bhinneka Tunggal Ika, yang meminimalisasi fanatisme kedaerahan, hingga kerap membawa isu-isu SARA untuk kepentingan tertentu,” tandas SWY. // (zai/ts)