Nuklir, Alternatif Energi Terakhir

Selasa, 26 Juli 2011

JAKARTA – OKEZONE.COM – Anggota Komisi VII DPR Satya W Yudha berpendapat penggunaan energi nuklir di Indonesia adalah pilihan terakhir bagi perkembangan jenis-jenis energi terbarukan.

“Kita bisa melihat penggunaan nuklir sebagai alternatif terakhir dalam penggunaan energi baru terbarukan. Maksudnya, kita selalu membuka peluang untuk itu, tapi itu pilihan terakhir,” ungkap Satya ketika dihubungi okezone di Jakarta, Selasa (26/7/2011).

Dia menyatakan dalam mengembangkan energi nuklir, keamanan dan keselamatan lingkungan sekitar menjadi hal yang paling penting. Oleh karenanya, pengembangan energi terbarukan seperti geothermal, energi surya, dan bahan bakar dari minyak nabati harus lebih didahulukan.

Sementara itu, menanggapi tudingan bahwa pengembangan energi nabati akan berpengaruh terhadap kestabilan harga pangan, dirinya tidak sependapat.

“Harus dibedakan itu, mana yang buat makanan dan mana yang buat energi. Kalau di Amerika sendiri, bahan bakar yang berasal dari jagung sendiri harus diutamakan untuk pangan. Artinya, pangan nomor satu, baru untuk energi,” lanjut dia.

Pihaknya juga mendorong rencana pemerintah untuk memberikan intensif khusus bagi perusahaan-perusahaan yang telah mengembangkan energi baru terbarukan.

“Kita dukung, jadi pengembangan energi itu tidak hanya berhenti pada penelitian saja, tetapi ada langkah nyatanya. Misalnya pemerintah kasih intensif khusus selama tiga tahun bagi mereka yang mengembangkan energi geothermal, itu akan sangat membantu,” tandas Satya.
(wdi)