Satya W. Yudha Ajak Warga Pakel Budidaya Kelengkeng

Tuban- Puluhan warga Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, antusias menerima ajakan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya W. Yudha, untuk budidaya buah Kelengkeng. Bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), politisi senayan dari Partai Golkar ini membawakan warga 2.000 bibit.

“Yang kita bawa bibit Kelengkeng unggul dari Kebun Raya Bogor,” ujar Satya W. Yudha, kepada suarabanyuurip.com, usai penanaman secara simbolis di halaman Balai Desa Pakel, Sabtu (16/12/2017).

Komisi VII DPR RI yang bersinergi dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), terus berupaya memberikan bibit tanaman unggul ke masyarakat. Untuk pengembangan bibit unggulnya langsung di tangani LIPI.

Kebetulan di Kebun Raya Bogor sebagai lokasi pengembangan segala bibit dan tanaman, berhasil mengembangkan bibit unggul Kelengkeng. Atas dasar tersebut, hari ini pihaknya mengenalkannya kepada warga Montong.

Kedatangan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dan LIPI disambut baik oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pakel. Kaur Keuangan Pakel, Sulimin, berharap program ini berkelanjutan untuk menjadikan perekonomian 4.300 warga yang sudah memiliki hak pilih lebih baik.

“Nanti 2.000 bibit bakal dibagi rata ke 1.300 Kepala Keluarga,” sambung pria yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani Dewi Ratih Desa Pakel.

Segendang seirama disampaikan, perwakilan UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Montong, Purnomo. Dia juga berterimakasih kepada Pemdes, Kelompok Tani Pakel, DPR RI, dan LIPI.

Terpilihnya Desa Pakel karena ketinggiannya 200-400 mdpl. Menurut LIPI, ketinggian tersebut sudah pas untuk budidaya Kelengkeng.

“Kalau cara tanam dan perawatannya optimal tentu sangat besar harapan hidup Kelenglengnya,” sambungnya.

Harapan besar datang dari Pimpinan LIPI, Hiskia Sirait. Bantuan 2.000 bibit Kelengkeng ini, harus menjadikan Desa Pakel agrowisata. Dikombinasikan dengan buah rambutan yang sudah berbuah, tentu bakal meningkatkan perekonomian warga.

“Tuban menjadi salah satu daerah tujuan LIPI dari 50 daerah se-Indonesia,” tegasnya.

Pengembangan potensi daerah bakal terus dilakukan bersama mitranya Komisi VII DPR RI. Berhasil tidaknya program juga ditentukan dari keseriusan dukungan masyarakat setempat.

Data dari Pemdes Pakel, mayoritas warga berprofesi sebagai petani. Konsentrasi pertanian warga adalah Palawija, meliputi padi, jagung, dan kacang. Potensi lainnya adalah 50 pohon rambutan yang sekarang bisa dinikmati buahnya. (Aim)

http://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/satya-w-yudha-ajak-warga-pakel-budidaya-kelengkeng