Satya W Yudha: Indonesia Poros Maritim Dunia Jika Infrastruktur Energi Dimaksimalkan

SuaraKarya.id -JAKARTA: Politisi Beringin yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya W Yudha meyakini ketersediaan infrastruktur energi sejatinya harus menjadi penopang industri kemaritiman.

Menurut Legislator Senayan Dapil Jatim IX (Kabupaten Bojonegoro dan Tuban), ketersediaan infrastruktur menjadi hal penting dalam rangka pengembangan konektivitas nasional terutama pemerataan sumber daya energi pada daerah strategis di pulau-pulau terpencil seantero Nusantara.

Konektivitas nasional menjadi hal yang penting dan strategis seiring dengan program Presiden Joko Widodo untuk menggenjot potensi ekonomi di sektor maritim. Infrastruktur energi adalah salah satu penopangnya. “Karena itu, bangsa ini harus kreatif dan inovatif melakukan terobosan kebijakan untuk bisa mewujudkan ketahanan energi nasional secara komprehensif,” kata Legislator Senayan dua periode ini di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Ketika berbicara dalam “Focus Group Discussion” (FGD), yang dihelat dalam rangka Rapat Kerja Nasional Ikatan Alumni (IKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya 2018 di Jakarta, pekan lalu, mantan profesional di bidang energi yang pernah bekerja di British Petroleum (BP) ini menyebut ancaman kelangkaan energi, yang bersumber dari bahan bakar fosil, di masa depan menjadi tantangan serius bagi pemerintah sekarang dan yang akan datang. Tentu saja, kata Satya, legacy kebaikan harus diberikan untuk masa depan anak cucu kita, agar mereka bisa sustain mengelola dan memanfaatkan energi terbarukan secara baik.

Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan riset dan inovasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan terobosan-terobosan kebijakan untuk menopang pengembangan energi baru dan terbarukan tersebut.

Satya yang juga Wabendum DPP Partai Golkar ini menambahkan potensi ekonomi maritim Indonesia diperkirakan mencapai 1,33 triliun dolar AS per tahun dengan sektor pertambangan dan energi mencapai 210 miliar dolar per tahun.

Nilai yang sama juga untuk akuakultur dan jasa maritim, yang mencapai 200 miliar dolar AS per tahun dan alat transportasi laut 30 miliar dolar per tahun.

“Hanya saja disayangkan, justru hingga akhir 2013 pertumbuhan industri migas dan energi mengalami pertumbuhan negatif sebesar rata-rata empat persen,” ujarnya.

Padahal, apabila potensi tersebut dimaksimalkan, jelas Satya, maka sejatinya Indonesia sudah menjadi negara poros maritim dengan nilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Dari perspektifnya, potensi kemaritiman sebesar itu masih terkendala konektivitas nasional, yang belum optimal karena faktor geografis, sehingga infrastruktur energi berpengaruh pada pasokan energi yang belum merata.

“Tanpa infrastruktur energi yang memadai dan menjangkau seluruh pelosok, maka konektivitas maritim yang dicanangkan pemerintah akan gagal. Solusinya, membangun armada kapal pembangkit (marine vessel power plant/MVPP) yang diproduksi industri dalam negeri, karena MVPP yang ada saat ini semuanya sewa kontrak dengan Pemerintah Turki,” ungkapnya.

Solusi yang ditawarkan Satya yang juga Ketua Dewan Pakar IKA ITS ini adalah dengan membangun jaringan transmisi distribusi gas nasional melalui kapal-kapal domestik pengangkut CNG dan LNG dengan melibatkan tenaga kerja lokal serta mengembangkan industri perkapalan nasional khususnya kapal pendukung logistik untuk migas.

Dia menambahkan pengembangan blok-blok migas laut dalam di wilayah timur Indonesia baik yang sudah ada maupun yang akan dikembangkan, seperti ONWJ, Masela, dan Indonesia Deepwater Development (IDD), juga membutuhkan jaringan kapal logistik pendukung sebagai bagian integral dari rantai pasokan produksi migas.

“Blok Masela dengan potensi yang cukup besar berada dalam posisi geografis yang terpencil dan sulit terjangkau, maka harus didukung konektivitasnya dengan kapal-kapal logistik migas agar siklus produksinya tetap berjalan lancar dan sesuai target,” tutur Satya yang dikenal expert di bidang energi ini. ***

http://www.suarakarya.id/detail/60205/Satya-W-Yudha-Indonesia-Poros-Maritim-Dunia-Jika-Infrastruktur-Energi-Dimaksimalkan

also see:

http://www.petroenergy.id/article/infrastruktur-energi-mendorong-terciptanya-konektivitas-nasional

 

https://www.indopremier.com/ipotnews/newsDetail.php?jdl=Anggota_DPR__Pengembangan_Infrastruktur_Energi_Harus_Jadi_Penopang_Industri_Maritim&news_id=87852&group_news=IPOTNEWS&taging_subtype=INFRASTRUKTUR&name=&search=y_general&q=pembangunan%20infrastruktur,&halaman=1