Satya Widya Yudha: Jokowi Sangat Concern atas Progress Pembangunan Berkelanjutan

Nusa Dua – Pertemuan Pemimpin ASEAN di Nusa Dua Bali pada Kamis (11/10) kemarin, patut diapresiasi sebagai langkah strategis diplomasi Indonesia. Peran penting Indonesia baik secara politik maupun ekonomi sangat dinantikan negara-negara tetangga untuk menciptakan stabilitas di kawasan.

“Kita apresasi, inisiatif Indonesia menggelar ASEAN Leader’s Gathering yang dipimpin Presiden Joko Widodo tersebut sebagai langkah diplomasi yang strategis bagi Indonesia, mengingat peran penting kita di kawasan ASEAN,” papar Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha di sela-sela Annual Meeting IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

Menurut politisi Partai Golkar tersebut, poin penting dalam ASEAN Leader’s Gathering selain mempererat kerjasama dan sinergi antara negara di kawasan, adalah upaya pencapaian pembangunan berkelanjugan/Sustainable Development Goals (SDGs) yang melibatkan banyak pihak, baik organisasi lokal, regional maupun internasional.

“Presiden Jokowi sangat concern atas progress pembangunan berkelanjutan yang harus menjadi prioritas bersama di kawasan. Dalam SDGs Index and Dashboards Index 2018, Indonesia berada pada urutan 99 dari 156 negara. Komitmen pemerintah untuk berupaya keras agar pencapaian ranking tersebut bisa dinaikkan, mengingat 2 goals menyangkut perubahan iklim dan renewable energy dengan ranking yang mendekati China,” beber Satya yang turut hadir dalam Gala dinner ASEAN Leaders di Sofitel Hotel Bali.

Sebelumnya, Satya yg juga Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR RI berbicara dalam Civil Society Policy Forum di pertemuan IMF-World Bank juga menyinggung konsistensi Indonesia untuk pencapaian goals nomor 7 & 13. Untuk SDGs nomor 7, Indonesia punya skor 64.2 dan China 69.1. Sedangkan untuk goals nomor 13, Indonesia punya skor 89.1 dan China 69.3.

“Kebijakan ketahanan energi dalam jangka panjang adalah mengubah paradigma dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT), mengingat impor dari energi fosil berpengaruh besar pada defisit transaksi berjalan kita, sehingga Indonesia mengejar melalui goals 7 dan 13 dalam penerapan Energi yang sustainable yaitu Energi Terbarukan dengan menerapkan Carbon Neutral Mechanism. Dengan demikian Harga Energi Terbarukan bisa berkompetisi dengan harga Energi Fosil dengan memasukan faktor emisi yang dihasilkan. Adapun goals-goals lain dalam SDG’s termasuk ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan air bersih termasuk area yang Indonesia bisa mengejar,” beber Satya.

Seperti diketahui, ASEAN Leader’s Gathering juga menyinggung tentang Belt and Road Policy yang diprakarsai oleh China, serta inisiasi Indonesia dengan membuat Indo-Pacific. Satya berpendapat, menuturkan bahwa posisi Indonesia yang berada pada dua inisiatif besar tersebut bisa lebih menguntungkan, mengingat keberadaan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB bisa memainkan perannya dalam menjamin keamanan regional.

“Dengan demikian dua inisiatif tersebut punya titik temu yang sama untuk pihak-pihak di China maupun Indo-Pacific,” pungkas Satya. (Agung)

https://www.lintasparlemen.com/satya-widya-yudha-jokowi-sangat-concern-atas-progress-pembangunan-berkelanjutan/