Satya Yudha: Upgrade Kilang Minyak Bisa Hemat Subsidi BBM

Berangkat dari tendensi impor yang dilakukan Indonesia sehingga semakin mengikis APBN, membuat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Yudha, menyerukan bahwa apabila kita dapat membangun kilang sendiri dan mengolah crude oil nya menjadi BBM dengan oktan yang baik, maka penghematan akan terjadi secara efisien. Terlebih lagi, jika prosesnya dilakukan di sini oleh tenaga kerja Indonesia, seperti proses blendingnya, maka pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut terjadi.

20120528Satya_W_Yudha

Ini merupakan sebuah terobosan dalam hal efisiensi belanja bahan bakar, serta penambahan nilai produksi bahan bakar dalam negeri. Namun menurut Satya, tendensi Indonesia yang lebih menyukai mengimpor BBM bisa menjadi hal yang sia-sia.

“Kita masih cenderung menyukai impor BBM. Jika masih seperti itu, apa bedanya dengan yang sebelumnya,” terang Satya, saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta.

Hal tersebut dikeluhkan oleh Satya meskipun Indonesia mengekspor gas sebesar 4 juta ton tahun ini dengan harga yang cukup besar. Menurutnya sebesar apapun jumlah gas yang diekspor, masih lebih besar harga impor BBM jadi, meskipun itu pembelinya dari Jepang.

“Semahal – mahalnya harga gas lebih murah dari BBM, ditambah lagi impor barang mahal yang buanyak banget ke Indonesia dilihat pakai ekonomi dasar saja defisit,” Satya menambahkan.

Adapun untuk penyediaan kilangya, Satya menyarankan cukup membeli kilang bekas dari Jepang. Sehingga diperikarakan akan bisa dioperasikan antara 1 sampai 1.5 tahun dari sekarang.

Sementara itu, seperti yang tercantum di Public Private Partnership (PPP), pemerintah juga sudah siap untuk mengalokasikan investasi untuk non-BBM masuk.

“Sehingga nanti pilihannya hanya ada dua, tetap mau mengimpor BBM jadi dengan kadar oktan tidak terlalu tinggi, atau mengimpor crude oil yang relatif jauh lebih murah kemudian dikilangkan di Indonesia, di blending di sini, sama tenaga kerja sini, sehingga ada impact ke pertumbuhan perekonomian sekitar

Adapun peningkatan kapasitas ini, lanjut Satya akan diimplementasikan di lima kilang minyak Pertamina, yakni Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, serta Balongan. Diharapkan kapasitas produksi kilang minyak Pertamina meningkat menjadi 1,68 juta barel per hari (bph) pada 2025. Saat ini, kapasitas produksi kilang minyak Pertamina sebesar 820.000 bph. (EVA)

http://swa.co.id/business-strategy/upgrade-kilang-minyak-bisa-hemat-subsidi-bbm-lagi-dilanjutkan-di-rumah-karena-sangat-ngelag