Sosialisasi Empat Pilar Harus Sasar Kaum Millenial

Bojonegoro (23/7),– Generasi muda yang saat ini lebih dikenal sebagai kaum millennial merupakan modal dasar sumber daya manusia unggul bagi bangsa Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, anak muda jaman sekarang harus diberikan ruang untuk berkembang menjadi manusia yang inovatif, produktif serta berkepribadian Pancasilais.

Potensi sumber daya yang bertumpu pada generasi muda tersebut harus dimanfaatkan sebagai modal pembangunan bangsa ke depan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan modern yang berdaulat. Kini, saatnya memberikan kesempatan mereka untuk berkarya.

“Menurut Bappenas, jumlah penduduk Indonesia usia muda sebesar 90 juta jiwa. Mereka ini yang kita kenal sebagai kaum millennial. Mereka harus diberi kesempatan untuk terus maju dan berkembang, karena itu asset bangsa ini menjadi negara maju dan modern di masa mendatang,” demikian paparan Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Satya Widya Yudha dalam kesempatan Sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan di Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (19/7) lalu.

Diharapkan, imbuh Satya, kaum millennial tersebut mampu menjadi pendorong dan penggerak pembangunan bangsa dengan skill penguasaan teknologi informasi dan digitalisasi industri.

“Mereka adalah generasi yang akan menguasai IT dan digital, sehingga diharapkan menjadi sumber daya manusia unggul yang kreatif, inovatif, progresif, dan produktif. Tapi, perlu kita ingatkan, bahwa mereka tetap harus mendasarkan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia yang berpedoman Pancasila,” beber Satya.

Wakil Rakyat dari Partai Golkar Dapil Jawa Timur IX (Tuban dan Bojonegoro) juga menambahkan, agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilakukan oleh seluruh anggota MPR RI harus menyasar kaum millennial secara berkesinambungan sehingga jati diri mereka tertanam kuat jiwa Pancasilais, yang menjunjung nilai-nilai luhur bangsa.

“Pancasila harus tetap menjadi pegangan dalam cara pandang kaum millennial, agar mereka tidak melupakan kepribadian sebagai bangsa Indonesia di era digitalisasi,” pungkas Satya.// (tsa/nal)