SW Yudha Adakan Diseminasi Geospasial di Kepohbaru

Menjadi wakil rakyat tidak membuat Satya Widya Yudha berdiam diri untuk mensejahterakan masyarakat. Dewan yang menjadi wakil ketua komisi XII DPR RI itu mengadakan diseminasi Geospasial di Desa Sumbereto Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (31/1/2018).

Kegiatan yang diadakan di balaidesa setempat tersebut terkait diseminasi pemanfaatan dan penyelamatan data informasi geospasial untuk mendukung pembangunan daerah, dan menghadirkan langsung Badan Informasi Geospasial (BIG) diprakarsai Ir. H. SW Yudha, M. Sc. Phd, wakil ketua komisi XII DPR RI dari daerah pemilihan jawa timur IX (Bojonegoro-Tuban).

Selain diikuti masyarakat, tokoh dan perangkat desa, juga diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) dan kepala desa di Kecamatan Kepohbaru, serta arsip dan perpustakaan Nuzul Hudaya. “Terimakasih Kepohbaru ditempati diseminasi Geospasial yang ada di tingkat nasional,” kata Camat Kepohbaru, Gunardi.

Disampaikan, kondisi daerah Kepohbaru terutama Desa Sumbereto mayoritas pertanian, utamanya tanaman padi dan alternatifnya tembakau. “Semoga diseminasi geospasial ini dapat bermanfaatkan dan mengetahui kondisi sebenarnya,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG), Titiek Suparwati menyebutkan, geospasial ini sangat bermanfaat menjadi rujukan dalam penyusunn RPJMDesa. “Sehingga perlu disosialisasikan ke masyarakat,” terangnya.

Data tentang lokasi geografis, dimensi atau ukuran, karakteristik objek alam atau buatan manusia yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi sangat bermanfaat. Seperti halnya peta, dijadikan rujukan kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Sehingga wakil ketua DPR RI Komisi VII, Satya Widya (SW) Yuda mengadakan diseminasi geospasial di Desa Sumbereto, Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, Rabu (31/1/2018). Pasalnya Diseminasi merupakan kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut.

SW Yudha menuturkan, disemenasi yang dilakukan oleh badan informasi Geospasial itu bagian yang tidak terpisahkan dari undang -undang nomor 4 tahun 2014 tentnag geopasial yang diamanahi negara untuk membuat peta rujukan. “Kita menganut adanya satu peta untuk seluruh Indonesia, maka bagaimana kita menjadikan peta ini menjadi rujukan dari peta-peta yang sudah ada,” tuturnya.

Untuk itu seluruh kementrian mempunyai peta yang dinamakan peta tematik, berdasarkan dari tema masing-masing yang ada di dalam kementrian termasuk tugas fungsi mereka. Kita tidak inginkan kalau tematik dikumpulkan bersama, ternyata luasan Indonesia lebih luas dari pada yang sebenarnya.

“Kalau itu terjadi, ini kan menjadi kesalahan yang fatal. Maka dengan adanya peta dasar Nasional yang diproduksi oleh Badan Informasi Geospasial akan menyatukan semua peta-peta yang ada. Nah itu yang pertama karena itu penganut kebijakan satu peta untuk indonesia,” pungkasnya.

http://blokbojonegoro.com/v2/berita/peristiwa/53777-sw-yudha-adakan-diseminasi-geospasial-di-kepohbaru.html

http://blokbojonegoro.com/v2/berita/kebijakan/53784-penting-peta-menjadi-rujukan-kebijakan-pemerintah.html