Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Bandingkan Angka Partisipasi Pemilu Jaman Soeharto dengan Sekarang

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua Komisi I DPR RISatya Widya Yudha mengatakan pemerintah, KPU, dan stakeholder terkait harus bekerjasama untuk meningkatkan partisipasi politik dalam Pemilu 2019 nanti.

Yudha menilai saat ini ada kecenderungan umum angka partisipasi masyarakat dalam Pemilu terus menurun pasca reformasi tahun 2004.

“Survei ini bisa menjadikan acuan tapi yang paling penting para Caleg bekerja keras menawarkan program yang baik karena disitulah letak kita diuji dan ujian yang sebenarnya ada di 17 april nanti,” kata Yudha, Senin (5/11/2018).

Selain itu, menurut Yudha, para kader Partai Golkar juga harus mensosialisasikan Pemilu 2019 agar tingkat partisipasi di setiap konstituennya semakin tinggi.

Menurut politisi dari Partai Golkar ini, salah satu media yang dapat mendorong tingginya angka partisipasi untuk Pemilu 2019 adalah teknologi.

“Di Afrika itu jumlah pemilih milenial nya 30 persen dan dari jumlah tersebut yang berpartisipasi aktif cuma 20 persen. Sedangkan di Kanada jumlah pemilih milenialnya cuma 20 persen tapi partisipasinya sampai 70 persen,” ucap Yudha.

Tingginya angka partisipasi di Kanada tersebut, lanjut Yudha karena sosialisasi Pemilu yang masif yang dilakukan pemerintah agar masyarakat terutama Milenial tidak cuek dan punya rasa ingin tahu yang tinggi.

“Jumlah milenial kita ada 34.45 persen dari total penduduk, itu harus kita gugah kesadaran politiknya, kita ingin agar trennya partisipasinya benar-benar meningkat,” ucap anggota DPR RI dari Dapil Tuban-Bojonegoro itu.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Bandingkan Angka Partisipasi Pemilu Jaman Soeharto dengan Sekarang, http://jatim.tribunnews.com/2018/11/05/wakil-ketua-komisi-i-dpr-ri-bandingkan-angka-partisipasi-pemilu-jaman-soeharto-dengan-sekarang.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Anugrah Fitra Nurani